Hikmah mati Lampu yg hampir terjadi tiap hari…. ^_^

“PLN kurang ajarrrr!!!”
“Sial akan ku blasting kalian PLN”
“Mau nya apa sii PLN Neh.. tagihan rutin dibayar tapi tetep aja mati lampu!!!”
“A****G PLN!!! Mati lampu mulu… F**K”

Yahh itu smua ungkapan yg sering aku dengar dan aku baca Di status jejaring sosial… dan aku juga pernah mengumpat demikian.. gara2 saking jengkel nya thd PLN yg tiba2 mati lampu pas lagi jam kerja. Pas lagi asyiknya online, lagi browsing ato juga pas asyik2 nya facebookan…

Aku baru ngerasain sesaknya mati lampu semenjak aku meninggalkan JAWA dan tinggal selamanya di Propinsi Jambi, lebih tepatnya Kab. Muaro Jambi.

Awalnya aku suka mengumpat sendiri dan ngedumel gara2 listrik mati. Gelap gulita dan kondisi di jambi hampir tiap hari kedaannya puanasnya minta ampun. Panas dan gerah. dan wajib tiap hari make AC ato kipas angin. Jadi kalo saat itu LISTRIK MATI.. ya sudah.. namanya manusia, marah nya bukan kepalang.
tapi mau gimana lagi… lsitrik sudah mati, kita mengumpat dan maarah2 pun tetep aja mati. Jadi tinggal nunggu Lampu nyala lagi.

Baru 1 bulan terakhir ini, aku merasakan di sela2 mati lampu itu, gelap dan sangat gelaaaaap….
Ku pejamkan mata dan berucap
“Alhamdulillah Ya Allah.. engkau masih memberi kesempatan terhadap Mata ku untuk bisa melihat… seandainya Mata ku buta, akan segelap inikah, aku tidak bisa melihat keadaan sekeliling dan terasa pengap”

Aku sangat bersyukur bisa merasakan nikmatnya mati lampu… dan nikmatnya berserah diri…
Dalam keadaan itu aku merasa dalam titik 0 dan aku merasa “aku bukan siapa2, yg memberikan nafas kehidupan cuma Allah SWT” Tapi aku selalu merasa kurang kurang dan kurang truss ga pernah bersyukur atas nikmat nya dan sempurnanya pancaindra aku. Meski mungkin bagi manusia fisik aku tidak sesempurna Model top Dunia… ato tidak secantik artis2 sinetron indonesia ^,^

Jadi kalo diantara kalian yg sering ngalamin “MATI LAMPU” yuksss ambil hikmah nyaaaa
Jangan selalu menyalahkan 1 pihak, ambil kesempatan yg sangat bernilai itu utk selalu bersyukur kepada sang Pencipta… PAsti jadi adem ^_^

Berserah, sabar dan ikhlas… dan berdoa selalu berharap smua menjadi lebih baik termasuk PLN ^_^

Jambi, 15 Mei 2010
21.49 WIB

Widhoz Kelana

Pendakian ku, Mahameru ku, M290 ku ^_^

Stasiun Lempuyangan – Yogyakarta 5 September 2005

Kami didas IV MMCT (Mahameru Mining Cruiser Team) mengikuti ritual penting dan wajib untuk mendapatkan Nomor Anggota MMCT dengan mendaki Gunung Semeru yang di kenal dengan sebutan SBTA 2005 (Semeru Bromo Tengger 2005). Gunung tertinggi di Pulau Jawa. Kami memulai perjalanan bertolak dari stasiun lempuyangan, dengan memesan 1 gerbong kereta Ekonomi berisi para calon pendaki Semeru yang terdiri dari angota MMCT, anggota muda MMCT dan peserta dari luar SBTA.

Stasion Lempuyangan - Yogyakarta

Kereta berangkat jam 8 pagi menuju Malang. Sampai di Kota Malang sekitar jam 7 malam dan kami langsung singgah untuk menginap di UMM (Univ Muh Malang). 6 Sepetmber 2005, Pagi jam 7 langsung siap2 untuk menuju Tumpang dengan mengendarai mobill Jeep yg kami sewa menuju Ranu Pane. Ranu Pane sudah berada di ketinggian kurang lebih 2.100 mdpl. Dan langsung menuju Ranukumbolo.

Parkiran di UMM

Parkiran di UMM

Dalam perjalanan menuju Ranu Kumbolo terasa sangat berat, karena ini merupakan pendakian ke dua setelah sebelumnya mendaki gunung Merbabu, jadi masih terasa kaget dengan medan yang seperti itu. Walaupun jalurnya tidak terlalu curam, tetapi kekuatan fisik dan mental sangat diperlukan untuk melakukan pendakian. Setibanya di Ranu Kumbolo yang sudah berada di ketinggian 2.400 mdpl, kami membangun tenda untuk bermalam dan menyiapkan makanan untuk mengganti energi yang sudah terkuras dalam perjalanan.

Mendirikan Tenda dan persiapan Makaaaann...!!

Mendirikan Tenda dan persiapan Makaaaann...!!

Aku hanya ternganga, takjub melihat keindahan Ranukumbolo. Kalo di terjemahkan keindahan ranukumbolo lewat tulisan bagi aku Cuma tertulis “ Ya Tuhan….inilah keajaiban dari Mu” sangat indah…

Aku dan Ranukumbolo

Aku dan Ranukumbolo

Di situ kita nda di bolehkan membuang sampah sembarangan!!!

Suasana malam sangat dingin menusuk tulang… gak kebayang kan dinginnya… serasa di kutub (padahal blum pernahke Kutub ^_^)

Ranukumbolo, 7 September 2005, 06.18

Selamat pagi Ranukumbolo…..!! owhhh cerahnyaaa pagi ini.. berselimut dingin dengan curahan sinar matahari yg hangat. Indahnyaaaa Tuhaan… gak habis-habisnya aku takjub dan masih heran dengan keadaan ini. Ternyata masih ada tempat terindah di Negara Indonesia ku… ^_*

RanuKumbolo

RanuKumbolo

FunDhoz

FunDhoz

Jam 07.00 kami bergegas untuk menuju Kalimati. kami harus melewati tanjakan cinta, yang kalau dilihat biasa saja, tetapi setelah dilewati tanjakan itu benar-benar curam dan terasa sangat berat. Kaget juga setelah melintasi tanjakan cinta, fisik disini sangat-sangat di uji.

Meninggalkan Ranukumblo melewati Tanjakan Cinta

Meninggalkan Ranukumblo melewati Tanjakan Cinta

Setelah melakukan perjalanan yang jauh, akhirnya sampai juga di Kalimati (± 2.700 m). Dari tempat ini sudah terlihat puncak gunung Semeru, puncaknya para dewa, yang sebagian jalur pendakian menuju puncaknya adalah jalur berpasir yang biasa disebut tanjakan 52 (naik 5 langkah, turun 2 langkah.. Mantab sekali laaa ^_^). Setelah itu langsung menuju Arcopodo. Jadi total perjalan dari Ranukumbolo ke Arcopodo dapat ditempuh sekitar 3- 4 jam. Kami mendirikan tenda di Arcopodo dan melakukan persiapan kondisi fisik dan mental untuk pendakian menuju puncak Semeru, dini hari.

Arcopodo, 8 September 2005, 02.00 WIB “DINI HARI”

Kami start pukul 02.00 dini hari dari Arcopodo untuk melakukan pendakian hingga puncak Semeru. Jalur yang ditempuh sangat  menantang, jalur dengan tanjakan yang lebih berat, Banyak pula ditemukan nisan-nisan para pendaki yang meninggal di gunung Semeru. Walaupun sudah mengetahui sedikit tentang cerita gunung Semeru, tetapi tetap saja merasa kaget dan bulu kuduk terasa merinding ketika melihat nisan-nisan itu. Teringat Gie….

Setelah melewati cemoro tunggal, kemudian di mulailah jalur pendakian yang sangat menguras fisik dan mental karena sudah berada di ketinggian lebih dari 2.900 mdpl. Tanjakan 52 sedang dilalui, Oh my GOD… terasa beraaaatt dan sangat melelahkan. Pas kebetulan, aku di damping oleh senior MMCT, sebut saja “beo” namanya. Dia hanya bilang “ayo..sedikit lagi udah puncak, tuu liat tinggal beberapa langkah lagi”. Itu yg selalu membuat aku kembali semangadh. Tapi ternyata masih sangat2 jauh. Naik 2 langkah turun 5 langkah… hahhahaha.

Ini yg namanya "Beooo"

Ini yg namanya "Beooo"

Terasa sangat melelahkan dan tidak sampai-sampai, rasanya ingin pingsan karena kadar oksigen juga sudah menipis, rasa dingin yang teramat sangat pun sudah menyerang, fisik dan mental sudah tak karuan, hanya bisa mengeluh dan berdoa agar kuat dan dapat menjejakkan kaki di puncak gunung Semeru. Hingga matahari muncul saya dan beberapa rekan saya belum sampai di puncak Mahameru, yang ada hanya rasa lelah yang teramat sangat, rasa malas pun melanda.

Aku dan setengah mahameru ku...

Aku dan setengah mahameru ku...

Benar-benar butuh dukungan dan semangat, Karena gunung Semeru masih aktif jadi sebelum pukul 09.00 para pendaki harus meninggalkan puncak Mahameru karena diatas pukul 09.00 akan mengeluarkan letusan-letusan yang dapat membahayakan para pendaki.

AKu dan Puncak Mahameru

AKu dan Puncak Mahameru

Akhirnya, tepat Pukul 09.15 tanggal 8 September 2005 aku  berhasil menjejakkan kaki di puncak Mahameru puncaknya para dewa. Dengan rasa lelah, haru, sedih, senang, bangga kami berpelukan satu dengan yang lainnya dan mengucapkan syukur kepada Allah swt yang telah menciptakan alam semesta yang sangat indah, yang dapat dinikmati oleh umatnya. Akhirnya semua rasa itu terbalaskan dengan keindahan alam yang luar biasa. Dan langsung melakukan upacara penyematan Nomor MMCT. “WIDHOZ M290”

Lagu Hymne Mahameru terdengar sesenggukan dan begitu dalam dari kami MMCT…

Owh Tuhan situasi ini yg selalu membuat aku kangen dengan Mahameru ku….

Turunan semeru, 8 September 2005 jam 10.30 WIB

Ternyata sangat seru dan mengasyikan perjalan turun semeru ^_*  Tapi harus lebih berhati hati karna batu gampang longsor sehingga sangat membahayakan bagi pendaki yg sudah ada di bawah kita.

Seru dan seru…!!!

Wajah para pendaki setelah menuruni Semeru

Wajah para pendaki setelah menuruni Semeru

Mahameru … MANTAB SEKALI..

Tiada yg lebih berharga selain SAHABAT SAUDARA dan KELUARGA

With Luph

WidhoZ M290

Hymne Mahameru

Mahameru Mining Cruiser Team

Mahameru Mining Cruiser Team

Dikala angin menyapa renungi seisi alam semesta

Tawa rimba di tingginya gunung deras terdengar di telinga kita

Terjalnya bukit disana mengajak bernyanyi padamu negri

Arus sungai deras mengalir

kabari salam MAHAMERU JAYA

reff:

Hijau rerumputan pohon-pohon menjulang ke angkasa tegar berdiri…

Seperti gunung-gunung tinggi menggapai kaki langit

Biru

2x

Hijau rerumputan pohon-pohon menjulang ke angkasa tegar berdiri

Dan salam kami untuk mu

Pernikahan Adat Jawa Dodotan Solo Basahan

Menikah…akhirnya aku melewatinya. Runtutan yg aku bilang sangat rumit dan melelahkan.. tetapi sangat mengesankan.

Acara pernikahanku di adakan di rumahku, cilacap make adat Jawa Dodotan Solo Basahan yang filosofinya mengungkap kehidupan yg gemah ripah loh jinawi. Berbeda dg filosofi dari adat basahan yogyakarta yang mengungkap tentang keagungan. Menurut pengamat budaya Jawa Kalingga Honggodipura, bentuk rias pada pengantin adat Jawa mengungkap pemaknaan manunggaling jalu lan estri kaajab hambabar wiji dadi.

Adat Jawa Solo Basahan

Jumat, 5 Desember 2009 jam 10.30 wib, acara awalnya itu saserahan. Saserahan dari pihak lelaki membawakan barang2 khusus untuk calon mempelai wanita. Dalam saserahan ini barang2 yg dibawa sederhana, tidak mewah. Acara saserahan pun berlangsung simple.

Setelah proses saserahan dilanjutkan dengan acara syukuran. Pengajian yg dilakukan oleh bapak2 dari masjid sekitar rumah dan para tetangga. Acara syukuran selesai dilanjut dengan acara siraman calon pengantin. dilakukan ba’da ashar.  Siraman pertama oleh calon pengantin wanita. Sebelum proses upacara siraman di lakukan dilakukan sungkeman terlebih dahulu kepada kedua orang tua. kemudian prosesi siraman menggunakan kembang telon yang terdiri dari 3 macam bunga dan 2 buah kendi untuk wudhu dan untuk di pecah yang menandakan bahwa anak perempuannya telah di pinang. Setelah siraman langsung dilanjut dg proses potong rikmo dan tanam rikmo oleh kedua orang tua calon mempelai wanita.

Prosesi Siraman Mempelai laki laki
Prosesi siraman, potong dan tanam Rikmo

Akhirnya prosesi siraman pun sudah terlewati. Dan inilah saat yg terpenting dalam seumur hidupku. Ijab Qobul… Ba’da Isya, masjid Nurul Bahri menjadi tempat buat kami untuk mengungkap janji pernikahan. Sah di mata hukum dan Tuhan. Mahar nya sesuai dengan tanggal ijab qobul kami yaitu 5 Euro – 12 Dollar – 2000 Rupiah – 9 Ringgit. Simple dan ga neko neko ^_^

“Saya terima nikahnya widowati binti daryono dengan mahar 5 Euro – 12 Dollar – 2000 Rupiah – 9 Ringgit dibayar Tunai —– Syaaaah!! Halaaaall..! ^_^

Ijab Qobul

RESEPSI PERNIKAHAN ADAT JAWA DODOTAN SOLO BASAHAN

Minggu, 6 Desember 2009. Resepsi dilaksanakan di rumah aku. Sehabis sholat subuh jam 5 pagi, aku langsung duduk dan muka ku siap dilukis…. Terlalu pagi memang, tapi inilah.. aku menjadi ratu sehari. Ribet belibet dan mbulettt… mumet. Akhirnyaaa tepat jam 10.00 kelar juga acara merias nya dan mulai dengan rentetan acara2 jawa. Ne ada sekelumit rentetan acaranya :

Bubak Kawah (Grabbing Kitchen Utilities).
Acara ini berupa alat-alat dapur yang akan dihaturkan kepada para tamu, khususnya para ibu atau para gadis, untuk diperebutkan. Yang mendapatkannya akan cepat mendapat mantu atau jodoh.

Tumplak Punjen (Giving Gift).
Ibu mempelai wanita akan melakukan saweran ‘tumplak punjen’ yang berupa tujuh jenis kacang-kacangan dicampur uang receh dan beras kuning.

Bubak Kluwah, prosesi begalan

Tumplak punjen

Sanggan.
Upacara panggih adat Jawa diawali dengan penyerahan Sanggan yang terdiri dari pisang raja dan daun sirih, sebagai lambang mohon ijin untuk bertemunya kedua mempelai.

Kembar Mayang.
Pertukaran Kembar Mayang (rangkaian daun kelapa) dari masing-masing keluarga melambangkan kedua mempelai telah siap untuk melaksanakan upacara pernikahan.
Diletakkan di sebelah kanan dan kiri pelaminan.
Kembar Mayang lengkap dengan Cengkir Gading adalah simbol Dewa Cinta yaitu Dewa Kamajaya dan Dewi Kamaratih.

Balangan sirih (Betel-nut Leave Throwing)
Kedua mempelai saling melempar gulungan sirih yang diikat dengan benang lawe. Melambangkan keduanya telah saling mengikat cinta, seperti halnya daun sirih yang walaupun mempunyai dua sisi yang berbeda, jika digigit rasanya sama. Ini artinya mulai saat ini kedua mempelai telah menjadi satu, sama-sama menghadapi tantangan hidup, baik manis maupun pahit.

Upacara Panggih : Balangan sirih - Injek telur - sindur Binayung

Injak Telur dan Cuci Kaki. (Breaking Egg).
Mempelai pria menginjak telur sampai pecah, melambangkan agar setelah hidup bersama mudah-mudahan segera dikurniai putra dan putri.
Mempelai wanita akan membasuh kaki mempelai pria yang menginjak telur, melambangkan dukungan dan kesetiaan.
Mempelai pria akan membantu mempelai wanita untuk berdiri dengan memegang tangannya, melambangkan rasa terima kasih atas kesetiaan yang diberikan.

Sindur Binayung.
Ibu mempelai wanita akan melingkarkan “sindur” (selendang berwarna merah dengan warna putih di tengah-tengah) di bahu kedua mempelai.
Ayah mempelai wanita akan berjalan pelahan di depan kedua mempelai menuju pelaminan, melambangkan arah dan bimbingan dari beliau kepada kedua mempelai.
Kedua mempelai memegang ujung baju ayah yang berjalan di depan.
Ibu mempelai wanita memegang bahu kedua mempelai dari belakang dan mengiringi ke pelaminan, melambangkan dukungan dan doa restu.

Tandur (Weighing).
Sesampainya di pelaminan, ayah mempelai wanita duduk di tengah dan memangku kedua mempelai. Mempelai pria pada paha sebelah kanan, mempelai wanita di paha sebelah kiri.
Ibu mempelai wanita akan bertanya, “Berat mana, Pak?”
Ayah mempelai wanita menjawab, “Sama beratnya….”
Ini melambangkan bahwa di antara menantu dan anak kandung sudah tidak ada lagi perbedaan, keduanya akan sama-sama dikasihi sebagai anak sendiri.

Tanem (Seating).
Ayah mempelai wanita memegang bahu kedua mempelai dan mendudukkan keduanya di pelaminan. Ini melambangkan restu bagi kedua mempelai untuk hidup mandiri.

Rujak Degan (Young Coconut Cocktail).
Ibu mempelai wanita memberikan segelas rujak degan (kelapa muda) kepada ayah mempelai wanita. Setelah dicicipi, ibu mempelai wanita akan bertanya, “Bagaimana rasanya?”
Ayah mempelai wanita akan menjawab, “Segar dan manis. Saya harap seluruh keluarga akan menikmatinya.” Rujak degan yang rasanya manis adalah lambang suatu harapan agar seluruh keluarga selalu merasakan manisnya hidup.

Kucar kucur (Pouring Wealth).
Suatu bingkisan kacar kucur terdiri dari tujuh macam kacang-kacangan dicampur uang receh dan beras kuning digunakan untuk upacara kacar kucur ini. Mempelai pria akan menuangkan kacar kucur ke dalam sehelai kain yang diletakkan di atas pangkuan mempelai wanita. Ini melambangkan bahwa seorang suami mempunyai kewajiban memberikan nafkah kepada isterinya, sedangkan sang isteri berkewajiban menghormati dan menyimpan harta suami. Bingkisan kacar kucur kemudian diserahkan mempelai wanita kepada ibunya, sebagai tanda bakti dan terima kasih kepada orangtua.

Tandur - Tanem - Kacar Kucur

Dahar Klimah (Feeding Each Other)
Kedua mempelai akan saling menyuapi sebanyak tiga kali. Mempelai pria menyuapi mempelai wanita dahulu, baru sebaliknya.
Melambangkan tekad untuk saling berbagi suka duka dalam kehidupan rumah tangga, saling menghargai dan tenggang rasa.

Minum Air Putih (Drinking Water).
Kedua mempelai saling mengambilkan air putih untuk minum, melambangkan harapan agar hati keduanya selalu bening dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan.

Dhahar Klimah

Sungkeman (Paying Respect).
Kedua mempelai akan melakukan sungkem kepada orangtua dan kakek neneknya.
Dimulai dengan mempelai wanita dahulu, diikuti mempelai pria. Urutan sungkem dimulai dari ayah mempelai wanita, ibu mempelai wanita, ayah mempelai pria, ibu mempelai pria dan diikuti keluarga lainnya.

Sungkeman Kedua Orang tua

Akhirnyaaa serentetan acara itu selesai jugaa… sesi berikutnya adalah salam salaman dengan tamu dan berpoto2 riaa…

Acara serentetan ini hanyalah sebagian kecil dari adat jawa yg sesungguhnya. Tapi pernikahan kami sudah cukup untuk sedikit melestarikan budaya pernikahan jawa meskipun sederhana. Tetapi dari kesederhanaan itu smoga menjadi awal yg baik utk menciptakan kehidupan di kemudian hari. Amin

……Akut…..

Terdengar suara yg tidak asing bagiku, … Terasa janggal dg status kami yg berbeda. Diatas kesadaran tingkat tinggi, tapi smua berlalu tanpa penyesalan.

Kenapa?? pertanyaan yg harusnya tidak dilontarkan. Terlontar pada mulut orang yg harusnya bisa memakai kata2 yg lebih cerdas untuk menanggapi kerumitan yg seharusnya memang sudah terjadi dari awal pertemuan.

Sebenarnya smua sudah berakhir, dan hanya menjadi sebuah cerita. Hanya tersisa, beberapa lagu yg kau hantarkan untuk aku. Itulah dirimu yg berbeda…

Get Merried ^_*

Finally… “ya, kita menikah”………..
Perjalanan sangat panjang hingga akhirnya dia memutuskan dan berani untuk menikahi ku.

“Edison kelana” itu namanya. Lelaki yg aku kenal di kampus Jokja.

Lelaki dg mata yg sangat tajam dan berbadan lumayan kekar ^_^

Aku baru menyadari ternyata memang lelaki gak bisa untuk di desak, di dorong dan di kekang….

Kami akan menikah 5, 6 Desember 2009.

Rencana resepsi dan ijab kabul di rumah ku, cilacap.

Mahar yg kami rencanakan hanya uang, 5 Euro – 12 Dollar – 2000 Rupiah dan 9 Ringgit.

Angka gak begitu cantik tapi akan cantik bila kita memang menghargai bahwa kita akan selalu bersyukur tentang kehidupan yg indah ini, berkat Allah SWT.

Bandung, Dec 24, 2009

Seseorang

berkata ” maukah kamu menikah denganku??”
………………………

terdiam dan…
menjawab “besok kalo masih diberi umur dan rejeki”
,,,,,,
“aku tidak mau menunggu dan menunggu”
“ambillah rejeki itu dan bersyukur dengan cara yg bijaksana untuk tidak memaksakan keegoisan diri sendiri, …..”

terdiam lagi, terlalu lama berpikir, memutuskan hal itu..
hingga sekarang……..

beberapa Jam menjadi orang lain

cuma butuh waktu yang hanya beberapa menit untuk menjadikan aku berubah menjadi bukan diriku

…………………jatuh, dan jiaahh………..,,,,,

tertinggal untuk beberapa detik

dan kini menjadikan smuanya menjadi Aneh

berubah untuk beberapa saat, menjadikan hal yg aneh……. kentara, getir,,,

terbelenggu masuk ke dalam,

……sudah terlambat!

Sesak Nafas…

Aneh…… Tiba-tiba membuat runtutan beberapa minggu kedepan??!!

………………..terasa sesak “my breath” ——— huffffftt……….

ternyata, “time is over”—— “time to limit” akankah???

ato akhirnya……………….

Kemana dan bagaimana, jikalau smuanya …….. lancar dan ……….

Tertegun sendiri mengiang kemenangan yg “HARUS” terjadi.

Tiba – tiba saja…

Bandung ………………………………………

……………………………………..dingin………………………..

mengingatkan pertama kali saat widho datang ke Bandung, “2 years a long to go” ………..

,,,,,,,,,,,,,,,

tuntutlah ilmu selagi kamu mampu dan kamu masih bisa bergerak sehat, walopun orang “cacat” pun masih bisa menggali ilmu dimana pun,,,,,

“Materi hanyalah suatu pelengkap dan bukan utama, tapi otak berisikan pengetahuan itu yg utama dan pertama”

…………………………………

Cigadung,LimabelasJuliDuaribuSembilan

« Older entries