Pernikahan Adat Jawa Dodotan Solo Basahan

Menikah…akhirnya aku melewatinya. Runtutan yg aku bilang sangat rumit dan melelahkan.. tetapi sangat mengesankan.

Acara pernikahanku di adakan di rumahku, cilacap make adat Jawa Dodotan Solo Basahan yang filosofinya mengungkap kehidupan yg gemah ripah loh jinawi. Berbeda dg filosofi dari adat basahan yogyakarta yang mengungkap tentang keagungan. Menurut pengamat budaya Jawa Kalingga Honggodipura, bentuk rias pada pengantin adat Jawa mengungkap pemaknaan manunggaling jalu lan estri kaajab hambabar wiji dadi.

Adat Jawa Solo Basahan

Jumat, 5 Desember 2009 jam 10.30 wib, acara awalnya itu saserahan. Saserahan dari pihak lelaki membawakan barang2 khusus untuk calon mempelai wanita. Dalam saserahan ini barang2 yg dibawa sederhana, tidak mewah. Acara saserahan pun berlangsung simple.

Setelah proses saserahan dilanjutkan dengan acara syukuran. Pengajian yg dilakukan oleh bapak2 dari masjid sekitar rumah dan para tetangga. Acara syukuran selesai dilanjut dengan acara siraman calon pengantin. dilakukan ba’da ashar.  Siraman pertama oleh calon pengantin wanita. Sebelum proses upacara siraman di lakukan dilakukan sungkeman terlebih dahulu kepada kedua orang tua. kemudian prosesi siraman menggunakan kembang telon yang terdiri dari 3 macam bunga dan 2 buah kendi untuk wudhu dan untuk di pecah yang menandakan bahwa anak perempuannya telah di pinang. Setelah siraman langsung dilanjut dg proses potong rikmo dan tanam rikmo oleh kedua orang tua calon mempelai wanita.

Prosesi Siraman Mempelai laki laki
Prosesi siraman, potong dan tanam Rikmo

Akhirnya prosesi siraman pun sudah terlewati. Dan inilah saat yg terpenting dalam seumur hidupku. Ijab Qobul… Ba’da Isya, masjid Nurul Bahri menjadi tempat buat kami untuk mengungkap janji pernikahan. Sah di mata hukum dan Tuhan. Mahar nya sesuai dengan tanggal ijab qobul kami yaitu 5 Euro – 12 Dollar – 2000 Rupiah – 9 Ringgit. Simple dan ga neko neko ^_^

“Saya terima nikahnya widowati binti daryono dengan mahar 5 Euro – 12 Dollar – 2000 Rupiah – 9 Ringgit dibayar Tunai —– Syaaaah!! Halaaaall..! ^_^

Ijab Qobul

RESEPSI PERNIKAHAN ADAT JAWA DODOTAN SOLO BASAHAN

Minggu, 6 Desember 2009. Resepsi dilaksanakan di rumah aku. Sehabis sholat subuh jam 5 pagi, aku langsung duduk dan muka ku siap dilukis…. Terlalu pagi memang, tapi inilah.. aku menjadi ratu sehari. Ribet belibet dan mbulettt… mumet. Akhirnyaaa tepat jam 10.00 kelar juga acara merias nya dan mulai dengan rentetan acara2 jawa. Ne ada sekelumit rentetan acaranya :

Bubak Kawah (Grabbing Kitchen Utilities).
Acara ini berupa alat-alat dapur yang akan dihaturkan kepada para tamu, khususnya para ibu atau para gadis, untuk diperebutkan. Yang mendapatkannya akan cepat mendapat mantu atau jodoh.

Tumplak Punjen (Giving Gift).
Ibu mempelai wanita akan melakukan saweran ‘tumplak punjen’ yang berupa tujuh jenis kacang-kacangan dicampur uang receh dan beras kuning.

Bubak Kluwah, prosesi begalan

Tumplak punjen

Sanggan.
Upacara panggih adat Jawa diawali dengan penyerahan Sanggan yang terdiri dari pisang raja dan daun sirih, sebagai lambang mohon ijin untuk bertemunya kedua mempelai.

Kembar Mayang.
Pertukaran Kembar Mayang (rangkaian daun kelapa) dari masing-masing keluarga melambangkan kedua mempelai telah siap untuk melaksanakan upacara pernikahan.
Diletakkan di sebelah kanan dan kiri pelaminan.
Kembar Mayang lengkap dengan Cengkir Gading adalah simbol Dewa Cinta yaitu Dewa Kamajaya dan Dewi Kamaratih.

Balangan sirih (Betel-nut Leave Throwing)
Kedua mempelai saling melempar gulungan sirih yang diikat dengan benang lawe. Melambangkan keduanya telah saling mengikat cinta, seperti halnya daun sirih yang walaupun mempunyai dua sisi yang berbeda, jika digigit rasanya sama. Ini artinya mulai saat ini kedua mempelai telah menjadi satu, sama-sama menghadapi tantangan hidup, baik manis maupun pahit.

Upacara Panggih : Balangan sirih - Injek telur - sindur Binayung

Injak Telur dan Cuci Kaki. (Breaking Egg).
Mempelai pria menginjak telur sampai pecah, melambangkan agar setelah hidup bersama mudah-mudahan segera dikurniai putra dan putri.
Mempelai wanita akan membasuh kaki mempelai pria yang menginjak telur, melambangkan dukungan dan kesetiaan.
Mempelai pria akan membantu mempelai wanita untuk berdiri dengan memegang tangannya, melambangkan rasa terima kasih atas kesetiaan yang diberikan.

Sindur Binayung.
Ibu mempelai wanita akan melingkarkan “sindur” (selendang berwarna merah dengan warna putih di tengah-tengah) di bahu kedua mempelai.
Ayah mempelai wanita akan berjalan pelahan di depan kedua mempelai menuju pelaminan, melambangkan arah dan bimbingan dari beliau kepada kedua mempelai.
Kedua mempelai memegang ujung baju ayah yang berjalan di depan.
Ibu mempelai wanita memegang bahu kedua mempelai dari belakang dan mengiringi ke pelaminan, melambangkan dukungan dan doa restu.

Tandur (Weighing).
Sesampainya di pelaminan, ayah mempelai wanita duduk di tengah dan memangku kedua mempelai. Mempelai pria pada paha sebelah kanan, mempelai wanita di paha sebelah kiri.
Ibu mempelai wanita akan bertanya, “Berat mana, Pak?”
Ayah mempelai wanita menjawab, “Sama beratnya….”
Ini melambangkan bahwa di antara menantu dan anak kandung sudah tidak ada lagi perbedaan, keduanya akan sama-sama dikasihi sebagai anak sendiri.

Tanem (Seating).
Ayah mempelai wanita memegang bahu kedua mempelai dan mendudukkan keduanya di pelaminan. Ini melambangkan restu bagi kedua mempelai untuk hidup mandiri.

Rujak Degan (Young Coconut Cocktail).
Ibu mempelai wanita memberikan segelas rujak degan (kelapa muda) kepada ayah mempelai wanita. Setelah dicicipi, ibu mempelai wanita akan bertanya, “Bagaimana rasanya?”
Ayah mempelai wanita akan menjawab, “Segar dan manis. Saya harap seluruh keluarga akan menikmatinya.” Rujak degan yang rasanya manis adalah lambang suatu harapan agar seluruh keluarga selalu merasakan manisnya hidup.

Kucar kucur (Pouring Wealth).
Suatu bingkisan kacar kucur terdiri dari tujuh macam kacang-kacangan dicampur uang receh dan beras kuning digunakan untuk upacara kacar kucur ini. Mempelai pria akan menuangkan kacar kucur ke dalam sehelai kain yang diletakkan di atas pangkuan mempelai wanita. Ini melambangkan bahwa seorang suami mempunyai kewajiban memberikan nafkah kepada isterinya, sedangkan sang isteri berkewajiban menghormati dan menyimpan harta suami. Bingkisan kacar kucur kemudian diserahkan mempelai wanita kepada ibunya, sebagai tanda bakti dan terima kasih kepada orangtua.

Tandur - Tanem - Kacar Kucur

Dahar Klimah (Feeding Each Other)
Kedua mempelai akan saling menyuapi sebanyak tiga kali. Mempelai pria menyuapi mempelai wanita dahulu, baru sebaliknya.
Melambangkan tekad untuk saling berbagi suka duka dalam kehidupan rumah tangga, saling menghargai dan tenggang rasa.

Minum Air Putih (Drinking Water).
Kedua mempelai saling mengambilkan air putih untuk minum, melambangkan harapan agar hati keduanya selalu bening dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan.

Dhahar Klimah

Sungkeman (Paying Respect).
Kedua mempelai akan melakukan sungkem kepada orangtua dan kakek neneknya.
Dimulai dengan mempelai wanita dahulu, diikuti mempelai pria. Urutan sungkem dimulai dari ayah mempelai wanita, ibu mempelai wanita, ayah mempelai pria, ibu mempelai pria dan diikuti keluarga lainnya.

Sungkeman Kedua Orang tua

Akhirnyaaa serentetan acara itu selesai jugaa… sesi berikutnya adalah salam salaman dengan tamu dan berpoto2 riaa…

Acara serentetan ini hanyalah sebagian kecil dari adat jawa yg sesungguhnya. Tapi pernikahan kami sudah cukup untuk sedikit melestarikan budaya pernikahan jawa meskipun sederhana. Tetapi dari kesederhanaan itu smoga menjadi awal yg baik utk menciptakan kehidupan di kemudian hari. Amin

1 Komentar »

  1. Ery Said:

    Wah..ribet jg y mbok..tp keren sih..asli top bgt wis..tp kyknya aku tdk seribet itu deh..yah..yg penting tdk meninggalkan nilai “sakral” nya saja dlm sbuah pernikahan..wah,kyknya perlu konsul neh..he3..sukses dan slamat ya mbok dhe..


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: